Tampilkan postingan dengan label LombaBlogDepok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LombaBlogDepok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

Membangun agribisnis baru di Cilangkap Tapos


Membangun sesuatu yang baru memang sulit, lebih sulit lagi menciptakan ikon baru, namun kalau hanya menjadi pengikut tentu susah melebihi yang diikuti, kalau menjadi pelopor, gagal kesekian kali, namun kalau berhasil dalam jaringan akan lebih baik keadaannya, Asosiasi Petani Pelopor Penghijauan bertujuan menciptakan pelopor pelopor yang inovatif dan kreatif dalam pertanian di kota Depok khususnya dalam lingkungan masing masing, untuk tujuan itu Kol perlu dicoba di budidayakan

Minggu, 25 Juli 2010

Penghijauan lingkungan siapa penanggung jawabnya?

Keberhasilan penghijauan lingkungan di kota Depok sangat ditentukan oleh seberapa besar masyarakat Depok mendukung penghijauan dilingkungan mereka, kebanyakan penghijauan gagal karena masyarakat tak pernah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan riel tentang pentingnya penghijauan bagi mereka, jadi selama masyarakat tidak mendukung gerakan penghijauan, jangan harap penghijauan akan berhasil. Siapakah masyarakat yang akan peduli pada penghijauan ? kita dapat membagi mereka menjadi 3 jenis: 1) Yang tahu pentingnya penghijauan tapi tidak mampu melaksanakan penghijauan, yang termasuk dalam kategori ini adalah para pejabat pemerintah, person terpelajar, mahasiswa , pejabat BUMN dan swasta, bagi mereka penghijauan adalah urusan menanam pohon, mereka mampu mensetting acara acara penghijauan dengan baik, yang penting meriah, publikasi-oriented, dan mampu mendongkrak citra instansinya, dari sisi hasilnya tentu saja sangat kurang menggembira kan. 2) Yang menerima perintah penghijauan, tetapi kurang tahu pentingnya penghijauan, yang termasuk kategori ini adalah para pejabat ataupun staf kelas menengah dari instansi atau perusahaan seperti Camat, lurah, pegawai bagian tata usaha, ataupun para pelaksana perusahaan, bagi mereka penghijauan adalah suatu perintah yang harus dijalankan dengan baik, namun mengingat bahwa disamping penghijauan masih banyak urusan lain yang lebih penting, maka sekedar mendelegasikan tugas membagi pohon kepada relasinya menjadi alternative terbaik, dari sisi hasilnya tentu masih kurang menggembirakan sebab penghijauan bukan sebagai bagian utama tugas mereka.3) Yang kurang tahu pentingnya penghijauan tetapi bisa melaksanakan penghijauan, yang termasuk kategori ini adalah perangkat RT atau RW yang sadar arti penting penghijauan serta petani yang menyukai penghijauan, kategori inilah yang menjadi penentu dalam penghijauan, karena dengan tambahan pelatihan, pengetahuan dan ilmu yang tepat mereka akan bisa menanam dan memelihara pohon penghijauan serta merekalah yang mengetahui seluk beluk lingkungannya, jadi setelah mengetahui kategori ketiga-tiganya, maka selebihnya adalah tugas instansi terkaitlah yang harus memadu-serasikan kerjasama ketiga jenis masyarakat peduli penghijauan ini dengan program yang matang, pelatihan petani penghijauan dan sosialisasi serta program anggaran penghijauan yang effektif dan effisien , hasilnya pasti akan sangat menggembirakan, dalam 5 tahun kedepan tidak akan ada lagi pertanyaan kemana pohon yang kita tanam di kota Depok dulu. Penulis : Hasnan Habib (AP3 kota Depok)

Sabtu, 24 Juli 2010

Ibu Ani Yudhoyono Menanam pohon Matoa

Penghijauan setengah hati

Banyaknya acara penanaman penghijauan pohon di negara kita oleh para pejabat menandakan bahwa mereka lebih menyukai acara acara yang bersifat seremonial dari pada substansial masalah penghijauannya, jelasnya mereka -para pejabat itu- tahu pentingnya penghijauan lingkungan tetapi tidak menyadari bahwa pelaku penghijauan yang sesungguhnya adalah para petani dan masyarakat, mereka memberikan contoh tetapi untuk penanaman bukan untuk pemeliharaan dan perawatan tanaman penghijauan, akibatnya dapat ditebak, kebanyakan tanaman penghijauan mati merana. Itulah yang menjawab pertanyaan kenapa 1.000.000 pohon yang telah ditanam di kota Depok sejak tahun 1990 tidak menunjukkan adanya kehijauan dan kerindangan di kota Depok. Semestinya pihak yang paling berwenang dalam penghijauan lingkungan menyadari saatnya melibatkan kelembagaan petani penghijauan, kepada merekalah diberi wewenang untuk menjaga, merawat dan memelihara pohon penghijauan, kalau perlu diberi intensif khusus dan yang lebih penting seberapa jauh petani penghijauan ini dapat diberdayakan dengan hasil panenan tebang pilih pohon penghijauan nanti.

Bukan penanaman pohon tapi penghijauan!

Sedikit saran bagi pemerintah Kota Depok dalam penghijauan yang berkelanjutan, Depok perlu adanya " bank bibit " untuk penghijauan, mengharapkan pohon yang sudah jadi untuk ditanam memerlukan dana, sementara kalau membibitkan sendiri tentu memungkinkan adanya kesinambungan. Asosiasi Petani Pelopor Penghijauan sudah memulai bank bibit dengan menggandeng para lurah dan camat di Tapos untuk membiayai pembibitan, Pemkot Depok dalam hal ini sebetulnya bisa memfasilitasi dengan program pembibitan dari kementrian kehutanan yaitu "Kebun Bibit Rakyat" dengan demikian pembinaan penghijauan ada yang mengawal di tingkat akar rumputnya.

Kamis, 22 Juli 2010

Soal Kol



Alhamdulillah, kol yang dulunya dicibir orang, sekarang sudah mulai merambah se kecamatan Tapos, mau lihat kol yang sangat bagus datanglah ke kantor kecamatan Tapos, ada puluhan pot sebagai contoh, lalu datanglah ke warga Tapos pak Yasin, kolnya masyaallah, luarbiasa suburnya, herannya masih ada juga yang mencibir bahwa kami hanya tukang gembor-gembor sejimpit kol saja sudah di gembar-gemborkan keseluruh penjuru kota Depok, tapi itu kan berarti nahwa mereka sangat memperhatikan apa yang kami perbuat, meskipun nyeseg dicibir , namun dukungan pak Camat Tapos pada kami petani Kol di Tapos sangat melegakan, sekali lagi terima kasih atas dukungan pak Camat Tapos dengan menjadikan kantor kecamatan Tapos sebagai show room Kol .

Falsafah penghijauan dari AP3



Pohon Kol : dari kata okol alias kekuatan dengkul, kekuatan otot. Kembang kol berarti bunganya kekuatan otot, Jeunjing, ringan sama sama dijinjing, Sengon Buto : Sing angon Buto berarti yang menggembala raksasa, biasanya yang diangon kan kambing, sekarang yang diangon para raksasa, ( berat ya tugas petani pelopor penghijauan ? ) gambar menunjukkan biji sengon butho yang sedang Thukul.

Merawat Kol



Kol diarapkan mampu menjadi unggulan baru agribisnis kota Depok, saat hujan tinggi didaerah penghasil kol akan gagal panen, sementara di kota Depok, hujan tinggi malah membuat pohon kol tumbuh maksimal, seperti di Cilangkap Tapos Depok ini.

Kepada pak Walikota, Pak kepala Lingkungan Hidup, Bu kepala Pertanian dan Pak kepala Pertamanan Kota Depok

Kami petani mendukung bapak bapak dan ibu saat acara menanam pohon penghijauan, kami mendukung para pramuka dan anak anak sekolah menanam pohon penghijauan, kami mendukung para akademisi, para polisi, para tentara menanam pohon penghijauan, namun dengarkan kata kami, memang bibit yang bapak dan ibu tanam gratis dari sumbangan, namun kami sungguh miris, 3 bulan sejak bapak dan ibu tanam, kebanyakan yang hidup tinggal 10 persen, kenapa pak ?, kenapa bu? karena konsepnya menanam sebagai gebyar acara, bukan untuk dirawat, saran kami bapak bapak dan ibu ibu : libatkan kami para petani, rencanakan penghijauan bersama kami, biarkan kami menjaga dan merawat yang bapak dan ibu tanam, syukur syukur nanti kami dapat menikmati hasil penghijauan, kami miris, kami terenyuh sebab meskipun gratis, bibit itu dibeli oleh penyumbang, duit siapa itu kalau bukan duit rakyat, memang yang beli bank, perusahaan ataupun institusi lain, bibit itu dibeli juga.Bapak dan Ibu, dengarkan kata kami, percayalah kami mampu merawat dan memelihara pohon yang bapak dan ibu tanam, ijinkan kami nanti menikmati juga penghijauan ini, agar ada pendapatan dan peningkatan taraf ekonomi kami.

Makam umum sebagai tempat wisata

Idenya sederhana saja, tanami makam umum sebanyak banyaknya dengan pohon penghijauan, atur yang rapi, disamping kelak makam menjadi sejuk, asri dan hijau, maka siapapun yang berkunjung ke makam akan betah menikmati pemandangan disekitar makam, bukannya kesan seram yang hadir, tapi sebuah kesejukan.

Penghijauan di makam umum juga menjawab masalah lahan penghijauan yang selama ini selalu dijawab tidak ada lahan, mungkin dari gabungan RW selalu saja ada makam umum, maka mulailah menanam pohon penghijauan di makam umum, jadi nanti kalau ada pemekaran makam selalu dibarengi dengan penghijauan, pasti pohonannya lebih subur dan lebih hijau