Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Mata air , bening dan teduh


Pergilah ke mata air kali Sunter, ada kesejukan dengan gemericik air mengalir, ada kehijauan dengan petani yang dibasahi peluh, masih ada belut dan belalang, bermain di kedamaian, datanglah kesana, hening sepi di kuburan pahlawan Banten, santri Bethot salah satu murid dan kepercayaan sultan Ageng Tirtayasa Banten, sekarang terbaring tenang , tak ada yang tahu, beliau dulu pernah dibuang ke sailan dan afrika selatan, bersama gurunya syech yusup al makasari.

Pohon Tapos. by hasnan habib kota Depok


Pohon Perah atau Pohon Tapos, nama lainnya pohon Kra, bisa jadi pohon ini yang menjadi asal muasal nama kecamatan Tapos dimasa lalu. by hasnan habib kota Depok

Selasa, 03 Agustus 2010

Puncak Gunung Sumbing Jawa Tengah



Era tahun 80 - an adalah era dimana penulis berkeliling dari puncak gunung ke gunung, jiwa pendaki gunung membuat sampai saat ini tetap mencintai lingkungan yang bersih hijau dan segar, namun kota Depok saat membuat harapan akan udara yang segar dan bersih jauh dari kenyataan, untuk itulah penulis bertekad menghijaukan semeter demi semeter tanah menganggur di kota Depok, pasti banyak tantangan, tetapi itu tak sebanding dengan kehidupan yang kelak akan lebih baik, pesan dan misi penulis ini sampai sekarang masih diremehkan orang banyak, mereka tak yakin Depok yang hijau akan terwujud, mereka tak yakin karena mereka tak menanam, mereka hanya mau hasilnya

Senin, 02 Agustus 2010

Sabtu, 31 Juli 2010

Kol China masuk Depok????

Selasa, 20/07/2010 16:05 WIB
Eksportir Endus Cabai dan Kol Impor asal China
Suhendra - detikFinance

Jakarta - Produk sayur cabai dan kol (kubis) asal China ditengarai masuk ke pasar lokal. Bersamaan dengan bergejolaknya harga hortikiltura di pasar dalam negeri seperti cabai yang terjadi saat ini.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Sayur dan Buah Indonesia Hasan Widjaja saat ditemui di Grand Preanger Hotel, Bandung, Selasa (20/7/2010).

"Cabai dan kol China sudah masuk ke pasar kita, dengan harga yang jauh lebih murah," kata Hasan.

Ia mengatakan kondisi ini sangat tak mengherankan, maklum saja negara Singapura yang merupakan tetangga Indonesia, sudah menjadi pelanggan cabai asal China yang murah harganya.

"China itu luar biasa dalam penanganan pasca panennya, sehingga cabai maupun kol masih dalam kondisi baik walau diekspor," katanya.

Ia mencontohkan harga kol asal China hanya dijual Rp 3.000 per kg, sementara harga kol lokal Rp 4.500 per kg.

Seperti diketahui memasuki bulan Juni 2010 harga cabai di dalam negeri mulai bergejolak tajam hingga menembus Rp 40.000 per kg lebih. Bahkan diprediksi harga cabai bakal terus naik menyusul akan masih berlanjutnya musim.

Selalu bermimpi Cilangkap Tapos Hijau



Suatu saat mata air kali Sunter Tapos Depok bisa sejuk, hijau dan asri seperti ini

Kamis, 29 Juli 2010

Cagar Alam Depok Terlantar

Depok,Radar Online

Meski di kota Depok terdapat cagar alam dengan luas 7 hektare, namun pemeliharaannya terkesan kurang maksimal. Padahal cagar alam itu adalah termasuk di antara cagar alam tertua di Tanah Air, dan merupakan cagar alam terkecil di dunia. Keberadaan cagar alam yang merupakan warisan alam tertua di Depok, dan lebih tua dari Kebun Raya Bogor itu belakangan dibiarkan begitu saja.
Menanggapai hal itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok Rahmat Subagio, kepada wartawan menegaskan, bahwa sebelumnya pengelolaan cagar alam tersebut ditangani oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, karena menyangkut soal status lahan.
“Mulai tahun 2009, pengelolaannya diserahkan kepada BLH Kota Depok. Setelah menerima penyerahan itu, kami berupaya untuk memberdayakan cagar alam tersebut menjadi ekowisata seperti kebun raya di Bogor,” ujarnya.
Tahapan pemberdayaan Cagar Alam, kata Rahmat, adalah penetapan batas lahan dan perencanaan penataan. Pada tahun 2010, BLH sudah menetapkan lahan serta telah mengirimkan proposal penataan cagar alam tersebut kepada Kementerian Kehutanan.
“Saat ini kami tinggal menunggu SK dari Kementerian Kehutanan, mudah-mudahan tahun ini sudah kita dapatkan, dan di tahun 2011 sudah bisa operasional” ungkap Rahmat.
Rahmat menjelaskan dahulu cagar alam ini dikenal kaya dengan tanaman obat-obatan, dan pernah hidup beragam hewan seperti Kijang (Muntiacus muntjak), Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), Monyet (Macaca fascicularis), Kancil (Tragulus javanicus), Rusa (Cervus timorensis), Bangau Putih (Egrette bulbulus ibis), dan Kelinci hutan (Lorus microcellis). Saat ini yang tersisa hanyalah tinggal beberapa tanaman.
“Untuk itu, tugas BLH Kota Depok sedapat mungkin berupaya untuk mengembalikan keaneka ragaman hayati di cagar alam. Rencanaya selain menjadi taman hutan raya atau paru-paru Kota Depok, juga sebagai sarana ekowisata,” tandas Rahmat. ( Asep Nasrudin )

Sabtu, 24 Juli 2010

Pohon kepel ( burahol )



Langka dan eksotis, bayangkan buah yang harum dan membuat wangi keringat para putri keraton jaman dahulu, makanya dulu hanya ditanam didalam keraton, sekarang siapa yang mau nanam, AP3 ada bibitnya

Kamis, 22 Juli 2010

Direktur Sayur Mayur Dirjen Tanaman Pangan



Sesudah kol kini Ap3 mengembangkan kembang kol karena harganya yang lumayan cukup tinggi, pengembangan kol dan kembang kol di kecamatan Tapos didukung penuh oleh bapak Camat dan seluruh lurah di kecamatan Tapos, bahkan pak Camat telah menamai kelompok tani wanita Tapos dengan nama kelompok tani " kembang kol " tinggal menindaklanjuti kegiatan pengembangan kol dan kembang kol untuk menjadikan Tapos sebagai daerah baru sektor agribisnis , semoga